Fidyah, apa dan bagaimana?

Assalamualaikum,

Sapaan pembuka di rumah baru ini, post pertama setelah pindah dari blog sebelumnya, hijrah menuju yang lebih baik. Insha Allah.

Postingan kali ini agak berbeda kategori dari postingan-postingan sebelumnya, memanfaatkan momentum Ramadhan, mungkin ada baiknya kita sama-sama belajar mengenai agama, mendalami, sukur sukur dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa saya pingin berbagi topik fidyah ini, karena istri saya sedang dalam masa menyusui si kecil yang masih berusia 5 bulan saat ini, sebenarnya tahun lalu juga melaksanakan fidyah, karena sedang mengandung. Akhirnya secara tidak langsung belajar juga mengenai fidyah ini.

Setelah membaca dari beberapa sumber, saya akan mencoba merangkum dengan bahasa sederhana dan mohon maaf apabila ada keterangan saya yang kurang jelas maupun kurang memuaskan karena memang masih dalam proses belajar untuk menjadi yang lebih baik. Amin.

 

1. Apa sih fidyah itu?

Fidyah berarti memberikan makan  kepada fakir miskin, dikarenakan meninggalkan atau tidak mampu menjalankan puasa. Ini termasuk salah satu keringanan (rukhshah) dalam beribadah puasa.

2. Siapa yang memberikan fidyah? kepada siapa?

Yang memberikan fidyah adalah orang yang tidak mampu menjalankan puasa seperti orang yang telah tua renta, orang yang sakit akut/menahun, wanita yang sedang hamil/menyusui yang mengkhawatirkan kondisi janin, maupun kondisi bayinya yang membutuhkan ASI bisa memberikan fidyah tanpa mengqadha nya dikemudian hari, namun orang yang sedang sakit, wajib mengqadhanya apabila dia sudah sembuh.

Fidyah diberikan kepada fakir miskin, 1 orang/hari untuk masing-masing hari yang ditinggalkan berpuasa. Jadi misalnya, seseorang meninggalkan puasa 30 hari, maka ia wajib memberikan fidyah kepada 1 orang fakir miskin selama 30 hari atau 30 orang fakir miskin sekaligus dalam 1 kali kesempatan.

3. Apa yang diberikan dalam fidyah?

Fidyah dapat diberikan berupa makanan pokok sehari-hari yang kita konsumsi.

4. Kapan kita memberi fidyah?

Fidyah bisa diberikan saat telah masuk Ramadhan hingga akhir Ramadhan, namun tidak boleh diberikan pada saat sebelum Ramadhan, jadi harus masuk bulan Ramadhan baru bisa diberikan.

 

Demikian rangkuman sekilas mengenai Fidyah, semoga bisa bermanfaat bagi bapak bapak baru yang istrinya sedang hamil, maupun yang istrinya juga sedang menyusui. Semoga bermanfaat!

Wassalamualaikum.


2 thoughts on “Fidyah, apa dan bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s